Senin, 30 Desember 2019

Harga Emas Dunia Naik 2%, Emas Antam 1%, Cuan Gede!




Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia bergerak naik pada perdagangan pekan ini. Harga emas terangkat pada saat mata uang Negeri Paman Sam terpuruk.

Sepanjang minggu ini, harga emas dunia di pasar spot melesat 2,19%. Harga emas pun kembali menembus level psikologis US$ 1.500/troy ons.

Sementara harga emas acuan yang diproduksi 
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) naik 1,57% selama pekan ini. Harga emas Antam sempat stagnan berhari-hari sebelum naik tajam pada perdagangan kemarin.
Dolar AS Rontok, Emas Dapat Momentum
Penguatan emas ditopang oleh pelemahan mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Sepanjang pekan ini, Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama) terkoreksi 0,79%  secara point-to-point.

Emas adalah komoditas yang dibanderol dengan dolar AS. Kala dolar AS melemah, maka harga emas menjadi murah bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas meningkat, harga pun terangkat.

Pelemahan dolar AS disebabkan oleh meningkatnya 
risk appetite pelaku pasar. Investor berani masuk ke instrumen berisiko karena damai dagang AS-China yang semakin dekat.

"Dolar AS melemah seiring antisipasi pasar terhadap damai dagang AS-China fase I yang akan segera ditandatangani. Selain itu, kebijakan moneter juga kemungkinan masih cenderung longgar karena inflasi yang masih rendah," tulis Action Economics dalam risetnya.

Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) melihat inflasi dari angka 
Personal Consumption Expenditure (PCE) inti atau core. Pada November, laju PCE inti AS adalah 1,6% year-on-year (YoY). Melambat dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 1,7% YoY.

The Fed memasang target inflasi berada di kisaran 2% dalam jangka menengah. Saat ini realisasi inflasi masih di bawah target tersebut. Oleh karena itu, masih ada alasan bagi Ketua Jerome 'Jay' Powell dan kolega untuk menurunkan suku bunga acuan.

Potensi penurunan suku bunga acuan membuat berinvestasi di dolar AS menjadi kurang menguntungkan (terutama di aset berpendapatan tetap). Permintaan dolar berkurang dan nilai tukarnya melemah. Namun ini justru menjadi sentimen penguatan harga emas.

untuk simulasi trading emas, klik tautan di bawah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

harap beri tanggapan positif, sopan dan membangun.