Jumat, 27 Desember 2019

Kejutan dari Jepang Bikin Yen Taklukan Dolar AS






Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar yen Jepang menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (27/12/2019) setelah melemah hingga mencapai level penutupan terlemah dalam 7 bulan terakhir.


Pada pukul 9:11 WIB, yen diperdagangkan di kisaran 109,46/US$ menguat 0,16% di pasar spot, melansir data Refinitiv.


Data ekonomi dari Jepang pada hari ini menunjukkan kejutan yang membuat yen perkasa.


Biro Statistik Jepang melaporkan inflasi inti yang dilihat dari indeks harga konsumen (IHK) tumbuh 0,8% year-on-year (YoY) di bulan ini, menjadi yang tertinggi dalam lima bulan terakhir. Pertumbuhan tersebut juga terbilang mengejutkan, melihat prediksi di Reuters sebesar 0,6%.


Data lain yang dirilis hari ini menunjukkan tingkat pengangguran yang turun menjadi 2,2%, sekali lagi memberikan kejutan melihat prediksi sebesar 2,4% atau tidak berubah dari bulan November lalu.





Meski ada beberapa data juga yang mengecewakan, tetapi dua data tersebut sudah cukup untuk mendongkrak kinerja yen. Apalagi melihat posisi mata uang Negeri Matahari Terbit di level terlemah sejak 23 Mei, tentunya memicu aksi ambil untung (profit taking).


Nilai tukar yen Kamis kemarin melemah 0,26% hingga menyentuh level terlemah dalam tujuh bulan tersebut.


Kabar bagus yang terus berdatangan dari kesepakatan dagang fase I membuat yen yang menyandang status aset aman (safe haven) menjadi kurang menarik, sehingga nilainya terus melemah. Sepanjang pekan lalu, pasar dibuat ceria dengan kabar terbaru kesepakatan dagang fase I.


Kabar bagus juga berlanjut di pekan ini, pada hari Senin (23/12/2019), CNBC International melaporkan China akan menurunkan bea masuk terhadap 850 produk dari AS mulai 1 Januari.



Sehari setelahnya Presiden AS, Donald Trump, menyebut kesepakatan dagang fase I sudah hampir selesai, dan akan ada upacara penandatanganan dengan Presiden China Xi Jinping.


"Ya, kami akan mengadakan upacara penandatanganan," kata Trump kepada wartawan, seperti dilansir dari Reuters.


China juga mengkonfirmasi hal tersebut, pada hari Rabu (25/12/2019), Pemerintah Beijing mengatakan sedang melakukan pembicaraan mengenai upacara penandatangan kesepakatan dagang fase I dengan Washington.


Hal tersebut membuat sentimen pelaku pasar semakin membaik, dan masuk ke aset berisiko, sementara yen menjadi kurang dilirik dan menyentuh level terlemah 7 bulan pada Kamis kemarin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

harap beri tanggapan positif, sopan dan membangun.