Selasa, 31 Desember 2019

analisa hari ini


DITOPANG SENTIMEN PELEMAHAN DOLAR AS, EURUSD BERPELUANG NAIK JANGKA PENDEK

EURUSD berpotensi menjaga tren kenaikannya yang sudah berlangsung akhir-akhir ini di tengah masih tertekannya dolar AS.

Secara teknikal, EURUSD berpeluang bergerak naik selama harga masih konsisten bergerak di atas indikator moving average 50-100-200 di dalam grafik 4 jam.

Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat berada di 1.1250, menembus ke atas dari level tersebut berpeluang memicu kenaikan lanjutan menuju ke 1.1300 sebelum menargetkan resisten kuat di 1.1360. Sementara itu jika bergerak turun, level support terdekat berada di 1.1170, menembus ke bawah dari level tersebut berpeluang memicu kenaikan lanjutan ke 1.1120 sebelum menargetkan support kuat di 1.1080.

Level support : 1.1170 - 1.1120 - 1.1080
Level resisten : 1.1250 - 1.1300 - 1.1360


DATA MANUFAKTUR TIONGKOK YANG LEBIH BAIK DARI ESTIMASI PICU PENGUATAN HARGA EMAS

Harga emas bergerak naik ke level tertinggi $1521.91 di sesi Asia setelah laporan data Manufakturing PMI Tiongkok yang lebih baik dari estimasi.

Data Indeks manifaktur PMI Tiongkok dilaporkan sebesar 50.2, tingkat indeks manufaktur di atas 50 dipandang pertumbuhan bagi sektor manufaktur Tiongkok masih berkembang. Hal ini memicu kembali kekhawatiran bahwa Tiongkok masih dapat bertahan bertumbuh walau tanpa kesepakatan dagang yang sudah dietujui oleh AS - Tiongkok, mendukung penguatan harga emas pagi tadi.

Bila sentimen berlanjut, dan harga bertahan di atas level $1515, harga emas berpotensi naik menguji resisten $1424. Sebaliknya, bila harapan optimis kesepakatan dagang berlanjut, berpotensi menguji support $1510 - 1514.

Level Support : 1514 - 1510 - 1505.
Level Resisten : 1524 - 1528 - 1530.


PERKEMBANGAN POSITIF BREXIT DAN PELEMAHAN DOLAR BERPELUANG MENOPANG KENAIKAN GBPUSD

GBPUSD berpeluang lanjutkan relinya yang sudah berlangsung akhir-akhir ini yang dipicu oleh sentimen pelemahan dolar AS serta pernyataan dari Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang mengatakan bahwa Uni Eropa mungkin perlu untuk perpanjang batas waktu untuk negosiasi tentang hubungan dagang baru dengan Inggris.

Secara teknikal, GBPUSD berpeluang bergerak naik selama harga masih konsisten bergerak di atas indikator moving average 50-100-200 di dalam grafik 1 jam.

Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat terlihat di 1.3170, menembus ke atas dari level tersebut berpeluang memicu kenaikan lanjutan ke 1.3220 sebelum menargetkan resisten kuat di 1.3280. Sementara itu jika bergerak turun, level support terdekat berada di 1.3090, menembus ke bawah dari level tersebut berpotensi mendorong penurunan lanjutan ke 1.3040 sebelum menargetkan support kuat di 1.2980.

Level support : 1.3090 - 1.3040 - 1.2980
Level resisten : 1.3170 - 1.3220 - 1.3280


DIPICU KETEGANGAN TIMUR TENGAH, HARGA MINYAK BERPELUANG NAIK JANGKA PENDEK

Harga minyak berpeluang lanjutkan kenaikannya dalam jangka pendek dibalik sentimen ketegangan di Timur Tengah serta optimisnya data indeks manufaktur Tiongkok yang dirilis pagi ini.

Secara teknikal, harga minyak berpeluang bergerak naik selama harga masih konsisten bergerak di atas indikator moving average 50-100-200 di dalam grafik 4 jam.

Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat berada di 62.20, menembus ke atas dari level tersebut berpeluang memicu kenaikan lanjutan menuju ke 62.80 sebelum menargetkan resisten kuat di 63.40. Sementara itu jika bergerak turun, level support terdekat berada di 61.00, menembus ke bawah dari level tersebut berpeluang memicu kenaikan lanjutan ke 60.40 sebelum menargetkan support kuat di 59.70.

Level support : 61.00 - 60.40 - 59.70
Level resisten : 62.20 - 62.80 - 63.40



Siap-siap! Ending Perang Dagang di Depan Mata




Jakarta, CNBC Indonesia - China dan Amerika Serikat (AS) dikabarkan segera melakukan penandatanganan kesepakatan damai perang dagang Fase I akhir pekan ini.

Menurut sumber South China Morning Post, Wakil Perdana Menteri China Liu He akan memimpin delegasi ke Washington, Sabtu (4/1/2020).
Menurutnya delegasi China akan tinggal beberapa hari di AS hingga pertengahan pekan depan.

"Washington telah mengirim undangan dan Beijing telah menerimanya," kata sumber yang enggan disebutkan namanya itu.
AS dan China sudah memulai perang dagang selama hampir dua tahun. Kedua negara saling menetapkan tarif pada barang impor dari masing-masing negara.




Pertikaian membuat situasi global tidak stabil. Bahkan sukses membuat ekonomi dunia melambat.

Meski demikian belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Perdagangan China soal ini. South China Morning Post belum mendapat konfirmasi lebih lanjut.

Sementara itu, Penasehat Ekonomi Gedung Putih Peter Navarro dalam sebuah interview juga enggan mengonfirmasi hal ini.

"Jangan percaya sumber anonim. Kecuali didapat dari Presiden Trump atau ... Perwakilan Perdagangan Robert Lighthizer," katanya.

"Bisa saja kami menandatangani itu pekan depan atau masih menunggu terjemahan."

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memang menyatakan Fase I perjanjian dagang akan ditantangani dalam waktu dekat.

Perwakilan Perdagangan Robert Lighthizer bahkan sempat berujar penandatanganan akan dilakukan di minggu pertama Januari 2020.

Pada awal Desember lalu, AS membatalkan tarif yang seharusnya berlaku pada barang China di 15 Desember. AS juga menurunkan tarif yang sudah berlaku sebelumnya dari 15% ke 7,5%.