Senin, 13 Januari 2020

Sudah Ditutup Masih Ngeyel, Binomo Bisa Diseret ke Jalur Hukum





sumber: finance.detik.com

Jakarta - Situs penyedia jasa investasi trading, Binomo resmi dinyatakan illegal dan situsnya sudah diblokir. Namun, Binomo berkali-kali membuat alamat situs atau domain baru.


Situs yang viral dengan jargon "jutaan orang bahkan tak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan US$ 1.000 sehari tanpa meninggalkan rumah. Dan Anda adalah salah satu dari mereka" itu tak memiliki izin usaha sebagai pialang berjangka. Hal ini membuat Binomo melanggar Pasal 31 ayat (1) UU No 32 Tahun 1997.


Untuk menghentikan seluruh operasinya di Indonesia, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan akan menyeret pihak-pihak dibalik Binomo ke jalur hukum. Begitu juga dengan situs sejenis lainnya.


"Ke depan Bappebti akan menindak tegas dan menyeret pihak-pihak yang terbukti melanggar ketentuan ke ranah hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang berlaku di Indonesia," tegas Kepala Bappebti Tjahya Widayanti kepada detikcom, Kamis (9/1/2020).
Namun, saat ini Bappebti juga masih melakukan patroli untuk menjaring domain-domain baru Binomo dan situs sejenis lainnya.


"Antisipasi yang dilakukan Bappebti adalah dengan melakukan patroli cyber guna mencari domain-domain baru Binomo dan langsung memblokir melalui Kemenkominfo," imbuh dia.



Lalu, bagaimana dengan aplikasi ponsel Binomo yang masih tersedia di Google Play Store dan IOS App Store?



Bappebti Incar Aplikasi dan Situs Binomo Cs

Mengenai aplikasi Binomo yang masih beroperasi, Bappebti juga akan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memblokirnya.


"Aplikasi entitas yang tidak memiliki izin dari Bappebti, yang masih ada di Google Playstore maupun IOS Appstore sudah masuk dalam radar Bappebti dan akan diblokir melalui Kemenkominfo agar aplikasi tersebut tidak dapat diakses di wilayah Indonesia," terang Tjahya.
Selain itu, Bappebti juga telah menjaring situs ilegal lainnya sejenis Binomo. Di antaranya Olymp Trade, IQ Option, FBS, dan sebagainya juga ilegal.

"Selain Binomo, terdapat banyak entitas-entitas yang masuk radar Bappebti, diantaranya Olymp Trade, IQ Option, FBS, Insta Forex, Octa FX, dan masih banyak lagi entitas sejenisnya," kata Tjahya.


Sehingga, pengawasan terhadap situs-situs yang tak memiliki izin usaha sebagai Pialang Berjangka akan terus berlanjut tanpa henti.



"Bappebti akan terus menerus melakukan pemantauan dan pengawasan tanpa batasan waktu, selama masih ditemukan entitas tak berizin dari Bappebti yang melakukan kegiatan di bidang Perdagangan Berjangka di wilayah NKRI," tegas Tjahya.



Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Lamon Rutten mengatakan, FBS saat ini masih dapat diakses. Ia menegaskan, situs tersebut jelas mencari mangsa di Indonesia.



"Coba lihat out www.idn-fbs.trade. Masih aktif dan sangat jelas menargetkan masyarakat Indonesia. FBS adalah broker ilegal yang besar," tutur Lamon ketika dihubungi detikcom secara terpisah.



Binomo kabarnya sudah masuk radar FBI lho.



Sangat Berbahaya, Binomo Masuk Radar FBI

Lamon Rutten mengatakan, situs jasa trading dengan broker binary option seperti Binomo sangat berbahaya bagi masyarakat.


"Broker ilegal umumnya sangat tidak jujur. Dan platform binary option seperti Binomo adalah yang terburuk dari semua (jenis trading forex)," papar Lamon.




Bahkan, Federal Bureau of Investigation/Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menetapkan Binomo sebagai penipuan yang terorganisir.


"FBI (Federal Bureau of Investigation/Biro Investigasi Federal Amerika Serikat) menganggap Binomo sebagai penipuan terorganisir. Pada tahun 2018 FBI memperkirakan bahwa mereka mencuri lebih dari US$ 10 miliar dari penggunanya di seluruh dunia," jelas Lamon.



Lamon mengungkapkan, hanya ada satu broker binary option di dunia yang legal dan resmi, yakni NADEX yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Namun, tetap saja transaksi perdagangan di situs tersebut berisiko tinggi.



"Trading di NADEX sangat berisiko tapi legal. Ibaratnya seperti casino wheel dengan 21 angka hitam, 21 angka putih, dan 1 angka kosong. Anda bisa bermain di hitam, tapi Anda tahu bahwa Anda hanya memiliki 21/43 kesempatan untuk menang, dan 22/43 kesempatan untuk kalah," ujarnya.



Menurut Lamon, semua broker binary option yang beroperasi di Indonesia adalah ilegal.



"Sepengetahuan saya, semua platform binary option yang beroperasi di Indonesia tidak resmi. Mungkin mereka terdaftar di Belize, Cyprus dan sebagainya, tapi itu tidak membuktikan bahwa mereka resmi dan legal. Semua itu sangat berbahaya," tutup Lamon.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

harap beri tanggapan positif, sopan dan membangun.