Kamis, 27 Februari 2020

FOKUS PASAR AKAN TERTUJU PADA DATA CORE DURABLE GOODS ORDERS DAN GDP AS




Dolar AS bergerak lebih rendah pada hari Kamis (27/2) setelah turun tiga hari berturut - turut, di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat memangkas suku bunga dalam beberapa bulan mendatang untuk mendukung perekonomian karena coronavirus terus menyebar di seluruh dunia.
Market movers lainnya adalah rilis data Core Durable Goods Orders dan Prelim GDP AS pada pukul 20:30 WIB dan data Pending Home Sales AS pada pukul 22:00 WIB. '



Potensi Pergerakan Kamis

EMAS
Harga emas berpotensi bergerak naik menguji level 1655 - 1660 karena outlook pelemahan dolar AS di tengah potensi The Fed memangkas suku bunga dalam waktu dekat, level support harga emas berada pada kisaran 1630 - 1625.

MINYAK
Tertekan oleh jumlah cadangan minyak AS yang dilaporkan alami kenaikan dan potensi perlambatan ekonomi global yang berpotensi memicu berkurangnya permintaan minyak mentah, harga minyak berpotensi menguji support 47.50 - 47.00. Level resisten harga minyak berada pada kisaran 49.50 - 50.00.

EURUSD
EURUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1.0930 - 1.0960 di tengah outlook pelemahan dolar AS lebih lanjut, bila bergerak turun EURUSD berpeluang menguji level support di kisaran 1.0840 - 1.0810.

GBPUSD
Kekhawatiran no deal Brexit tampaknya masih menjadi katalis negatif bagi Inggris, GBPUSD berpeluang bergerak turunj menguji level support di kisaran 1.2870 - 1.2840. Level resisten GBPUSD berada di kisaran 1.2950 - 1.2980.

USDJPY
Outlook perlambatan ekonomi global berpotensi menjadi katalis positif bagi mata uang yen Jepang. Hal ini berpotensi memicu USDJPY bergerak turun menguji support 109.80 - 109.60. Level resisten USDJPY berada pada kisaran 110.80 - 111.00.

AUDUSD
AUDUSD berpotensi menguji level support di kisaran 0.6500 - 0.6480 karena tertekan oleh outlook pelemahan harga komoditas tembaga. Namun bila bergerak naik AUDUSD berpotensi bergerak menguji resisten di 0.6585 - 0.6600.

sumber: Monexnews



Rabu, 26 Februari 2020

DATA NEW HOME SALES AS DAN DATA CRUDE OIL INVENTORIES AS AKAN MENJADI FOKUS PASAR



Dolar AS turun pada hari Selasa (25/1), menyusul penurunan yield Treasury, karena kepercayaan konsumen AS yang lebih lemah, menimbulkan pertanyaan tentang kekuatan ekonomi AS. Seiring trader yang bertaruh dengan penyebaran cepat Covid-19 dapat memicu perubahan material pada prospek The Fed untuk memangkas suku bunga acuan.
Market movers hari ini adalah data New Home Sales AS pada pukul 22:00 WIb dan data Crude Oil Inventories pada pukul 22:30 WIB.


Potensi Pergerakan


EMAS

Harga emas berpotensi menguji level support di 1630 - 1625 dalam jangka pendek, Namun bila kekhawatiran pasar pada virus korona meningkat berpeluang memicu kenaikan harga emas menguji level resisten di 1655 - 1660.


MINYAK

Outlook perlambatan ekonomi global di tengah penyebaran wabah virus korona berpeluang menekan harga minyak menguji level support 49.00 - 48.50. Namun bila data cadangan minyak AS dirilis lebih rendah dari perkiraan harga minyak berpeluang menguji resisten di 50.70 - 51.20.


EURUSD

Outlook perlambatan ekonomi AS setelah data kepercayaan konsumen dirilis lebih rendah dari perkiraan berpotensi menopang kenaikan EURUSD menguji level resisten di 1.0915 - 1.0945. Namun bila bergerak turun EURUSD berpeluang menguji level support di 1.0845 - 1.0810.


GBPUSD

GBPUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1.3050 - 1.3080 karena proyeksi pemangkasan suku bunga The Fed di tengah outlook perlambatan ekonomi global. Jika bergerak turun GBPUSD berpeluang bergerak menguji support 1.2960 - 1.2930.


USDJPY

Meningkatnya minat pelaku pasar terhadap aset aman di tengah kekhawatiran virus korona berpotensi menekan USDJPY bergerak turun menguji level support di 109.70 - 109.50. Resisten USDJPY berada pada kisaran 110.70 - 111.00.


AUDUSD

Melemahnya data konstruksi yang telah diselesaikan di Australia berpeluang menekan AUDUSD menguji level support di 0.6560 - 0.6530. Level resisten AUDUSD berada pada kisaran 0.6630 - 0.6650.

sumber: Monexnews

mau nanya-nanya dulu ? klik whatsapp dipojok kanan bawah



Selasa, 25 Februari 2020

OUTLOOK PENURUNAN SUKU BUNGA THE FED KARENA WABAH VIRUS KORONA MENJADI FOKUS PELAKU PASAR




Dolar AS tergelincir dari level tertinggi pada hari Senin (24/2), tertekan oleh ekspektasi investor yang tumbuh bahwa Fed dapat memberikan penurunan suku bunga lebih cepat daripada nanti untuk mengurangi dampak dari wabah koronavirus.
Kenaikan cepat dalam jumlah kasus Covid-19 di Iran, Italia, dan Korea Selatan selama akhir pekan telah meningkatkan taruhan pada penurunan suku bunga Fed jangka pendek, melemahkan greenback pada hari Senin.


Potensi Pergerakan


EMAS

Harga emas berpotensi bergerak turun menguji level support di 1635 - 1630 karena aksi ambil untung pelaku pasar, Namun kekhawatiran akan virus korona dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed berpotensi menekan harga emas menguji resisten 1660 - 1665.


MINYAK

Harga minyak berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 52.50 - 53.00 karena aksi short covering pelaku pasar. Namun potensi perlambatan ekonomi global berpeluang kembali menekan harga minyak menguji level support 50.65 - 50.00.


EURUSD

Melemahnya dolar AS karena ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed berpotensi menopang kenaikan EURUSD menguji level resisten di 1.0885 - 1.0920, Namun jika bergerak turun EURUSD berpeluang menguji level support 1.0825 - 1.0800.


GBPUSD

GBPUSD berpotensi menguji level resisten di 1.2970 - 1.2300 karena dolar AS yang melemah. jika bergerak turun GBPUSD berpotensi menguji level support 1.2885 - 1.2855.


USDJPY

Aksi short covering pelaku pasar berpotensi menopang USDJPY menguji level resisten 111.30 - 111.50. Namun kekhawatiran pelaku pasar terhadap virus korona berpotensi memicu USDJPY menguji support 110.40 - 110.00.


AUDUSD

AUDUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 0.6640 - 0.6680 karena didukung outlook pelemahan dolar AS. Namun bila bergerak turun AUDUSD berpotensi menguji support 0.6575 - 0.6535.

sumber: Monexnews


Jumat, 21 Februari 2020

PELUANG TRADING EURUSD PADA DATA INDEKS MANUFAKTUR DAN JASA ZONA EURO




Laporan data indeks manufaktur dan jasa dari berbagai negara ekonomi maju seperti Australia, Jepang, Perancis, Jerman, zona Euro, Inggris dan AS akan menjadi fokus pasar di hari terakhir perdagangan pekan ini di tengah masih munculnya kekhawatiran akan outlook perlambatan ekonomi yang dipicu oleh penyebaran virus Korona yang belum menunjukkan adanya progres hingga saat ini.


Sementara itu untuk aset safe haven emas berpeluang masih akan diminati oleh pasar di tengah outlook ketidakpastian ekonomi global karena disebabkan oleh meluasnya dan meningkatnya jumlah korban virus Korona secara global.



Potensi Pergerakan Jumat


EMAS
Harga emas berpeluang lanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya dalam jangka pendek karena pasar yang terlihat cenderung memburu aset safe haven emas karena penyebaran virus Korona untuk menguji level resisten di $1626 - $1632. Namun, harga emas berpeluang terkoreksi, menguji level support di $1616 - $1610 jika perilisan data indeks manufaktur AS yang dirilis pukul 21:45 WIB memicu penguatan dolar dan indeks saham AS.



MINYAK
Harga minyak berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek jika pasar mempertimbangkan outlook perlambatan permintaan yang disebabkan virus Korona untuk menguji level support di $53.10 - $52.50. Namun, penurunan berpeluang terbatas dan dapat berbalik naik jika aktivitas rig AS yang dilaporkan Baker Hughes pukul 01:00 WIB menunjukkan penurunan aktivitas. untuk menguji level resisten di $53.90 - $54.50.



EURUSD
Pandangan yang cenderung dovish dari notula rapat ECB kemarin serta outlook perlambatan ekonomi di zona Euro berpeluang memicu penurunan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.0760 - 1.0720. EURUSD berpeluang naik menguji level resisten di 1.0820 - 1.0860 jika data indeks manufaktur dan jasa dari sejumlah negara zona Euro mulai pukul 15:15 WIB - 16:00 WIB dan inflasi konsumen zona Euro pukul 17:00 WIB hasilnya dipandang optimis oleh pasar.



GBPUSD
GBPUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah sentimen kekhawatiran akan potensi no-deal Brexit dan menguatnya dollar AS untuk menguji level support di 1.2850 - 1.2800. GBPUSD berpeluang bergerak naik, membidik resisten di 1.2910 - 1.2960 jika data indeks manufaktur dan jasa Inggris yang dirilis pukul 16:30 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi.



USDJPY
USDJPY berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah sentimen pesimisnya data manufaktur Jepang dan menguatnya dolar AS untuk menguji level resisten di 112.30 - 112.70. Namun, kenaikan berpeluang terbatas dan dapat berbalik turun jika pasar kembali memburu aset safe haven karena dampak virus Korona untuk menguji level support di 111.70 - 111.20.



AUDUSD
Perilsian data indeks manufaktur dan jasa Australia pagi ini yang pesimis serta outlook perlambatan ekonomi Tiongkok karena virus Korona berpeluang membebani AUDUSD untuk menguji level support di 0.6580 - 0.6540. Jika bergerak naik level resisten di 0.6650 - 0.6690

sumber: Monexnews



Rabu, 19 Februari 2020

FOKUS PASAR TERTUJU KE NOTULA RAPAT FOMC





Permintaan terhadap aset safe haven berpotensi masih besar dalam jangka pendek dibalik masih berlangsungnya kekhawatiran akan perlambatan virus Korona yang dapat memicu perlambatan ekonomi global.


Fokus lainnya pada hari ini tampaknya akan tertuju ke perilisan notula rapat Federal Open Market Committee pukul 02:00 WIB/Kamis. Jika bank sentral AS menyuarakan pandangan yang pesimis terhadap perekonomian domestik dan global dan mengisyaratkan pelonggaran moneter, maka dolar AS berpeluang melemah dan harga emas berpotensi naik.



Data penting hari ini : Trade Balance Jepang pukul 6:50 WIB, Wage Price Index q/q Australia pukul 7:30 WIB, Current Account Zona Euro pukul 16:00 WIB, CPI Inggris pukul 16:30 WIB, CPI Kanada pukul 20:30 WIB, Building Permits, PPI dan Housing Starts pukul 20:30 WIB dan FOMC Meeting Minutes pukul 02:00 WIB.



Potensi Pergerakan Rabu


EMAS

Harga emas berpeluang bergerak naik lebih lanjut dalam jangka pendek karena masih berlangsungnya kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global yang disebabkan virus Korona untuk menguji level resisten di $1606 - $1612. Sementara itu jika bergerak turun, level support terlihat di $1596 - $1590, dengan fokus hari ini akan tertuju ke sejumlah data ekonomi AS pukul 20:30 WIB dan notula rapat FOMC pukul 02:00 WIB.


MINYAK

Harga minyak berpotensi bergerak turun dalam jangka pendek jika pasar mempertimbangkan outlook penurunan permintaan karena virus Korona serta saran dari eksekutif minyak Rusia ke Presiden Putin untuk tolak pengurangan produksi lebih lanjut, menguji support di $51.90 - $51.40. Namun, harga minyak berpeluang naik, menguji resisten di $52.70 - $53.20 jika pasar mengkhawatirkan konflik di Libya, dimana produksi di negara tersebut telah turun sejak 18 Januari.


EURUSD

Outlook perlambatan ekonomi zona Euro, khususnya Jerman berpotensi memicu penurunan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.0760 - 1.0720. EURUSD berpeluang naik, menguji resisten di 1.0830 - 1.0870 jika data neraca berjalan zona Euro yang dirilis pukul 16:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi.


GBPUSD

GBPUSD berpeluang turun dalam jangka pendek di tengah outlook menguatnya dolar AS untuk menguji level support di 1.2960 - 1.2910. Namun, jika data inflasi konsumen Inggris yang dirilis pukul 16:30 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi, maka GBPUSD berpeluang naik untuk menguji level resisten di 1.3040 - 1.3090.


USDJPY

Dominannya sentimen penguatan dolar AS berpeluang memicu kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 110.20 - 110.60. USDJPY berpeluang bergerak turun, menguji support di 109.60 - 109.20 jika pasar mempertimbangkan optimisnya data neraca perdagangan Jepang serta outlook hindar aset berisiko karena virus Korona.


AUDUSD

AUDUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah kekhawatiran akan potensi pelonggaran moneter oleh RBA pasca kurang optimisnya data indeks upah Australia pagi ini serta menguatnya dolar AS untuk menguji level support di 0.6660 - 0.6620. Namun, jika menguat, level resisten terlihat di 0.6720 - 0.6760.

sumber: Monexnews


Senin, 17 Februari 2020

PELUANG TRADING DARI STIMULUS TERBARU TIONGKOK VERSUS VIRUS KORONA




Langkah stimulus terbaru dari People Bank of China yang menyuntikan likuiditas sebesar 200 miliar yuan via fasilitas pinjaman jangka menengah dalam setahun berpeluang memicu permintaan terhadap aset berisiko jangka pendek. Namun, kenaikan terhadap aset berisiko berpeluang terbatas mengingat meluas dan meningkatnya jumlah korban virus Korona di Tiongkok serta adanya ketidakpercayaan dari AS terhadap laporan korban dari Tiongkok.


Sementara itu untuk harga minyak berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek seiring meningkatnya aktivitas rig AS dalam laporan Baker Hughes di akhir pekan lalu. Namun, penurunan berpeluang terbatas dan dapat bergerak naik di tengah keyakinan pasar kalau Rusia akan mendukung Arab Saudi untuk memangkas produksi yang lebih besar di tengah melimpahnya minyak Rusia dan membanjirnya dolar dari penjualan bank terkemuka.


Potensi Pergerakan Senin


EMAS
Harga emas berpeluang turun dalam jangka pendek di tengah laporan stimulus terbaru dari Tiongkok yang menyuntikan dana 200 miliar yuan untuk menguji level support terdekat di $1578 - $1572. Namun, harga emas berpeluang untuk berbalik naik jika pasar masih mencemaskan dampak dari penyebaran virus Korona untuk menguji level resisten di $1586 - $1592.



MINYAK
Harga minyak berpeluang turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di $51.80 - $51.30 di tengah sentimen meningkatnya aktivitas rig AS dalam laporan Baker Hughes pada akhir pekan lalu. Namun, jika pasar dapat laporan Rusia mendukung usulan Arab Saudi untuk memangkas produksi yang lebih besar dari saat ini berpeluang memicu kenaikan harga minyak untuk menguji level resisten di $52.50 - $53.00.



EURUSD
EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek karena outlook perlambatan ekonomi di kawasan zona Euro serta ketegangan dagang antara AS dengan Uni Eropa pasca Gedung Putih menaikan tarif pesawat yang diimpor dari Uni Eropa untuk menguji level support di 1.0800 - 1.0760. Namun, EURUSD berpeluang naik, menguji resisten di 1.0880 - 1.0930 jika pasar dapatkan katalis positif dari pertemuan Eurogroup dan laporan bulanan Bundes Bank Jerman.



GBPUSD
GBPUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah potensi terjadinya profit taking pasca kenaikan akhir-akhir ini yang dipicu pergantian menteri keuangan Inggris karena masih adanya kekhawatiran akan potensi no-deal Brexit untuk menguji level support di 1.3020 - 1.2970. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 1.3080 - 1.3130.



USDJPY
USDJPY berpeluang naik jangka pendek di tengah sentimen pesimisnya data GDP Jepang dan peluncuruan stimulus baru dari Tiongkok untuk menguji level resisten di 110.00 - 110.50. Namun, jika pasar kembali mencemaskan virus Korona yang memicu permintaan aset safe haven berpeluang mendorong turun USDJPY untuk menguji level support di 109.50 - 109.00



AUDUSD
Peluncuran stimulus baru oleh Tiongkok berpeluang menjadi katalis positif bagi pergerak AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 0.6750 - 0.6780. Namun, jika pasar kembali hindari aset berisiko karena virus Korona berpeluang memicu penurunan AUDUSD jangka pendek untuk menguji support di 0.6690 - 0.6660.


sumber: Monexnews


Jumat, 14 Februari 2020

WABAH KORONA MASIH JADI PENGGERAK PASAR, NANTIKAN DATA RITEL AS



Kekhawatiran pasar terhadap penyebaran wabah Korona masih menjadi penggerak di awal sesi Jumat (14/2), dengan peluang penguatan aset-aset aman. Tetapi fokus pasar pada data penjualan ritel AS yang akan dirilis jam 20:30 WIB nanti.
Menteri Perekonomian Jepang Yasutoshi Nishimura, menyatakan perekonomian Jepang kuartal ke-4 mungkin tertekan oleh bencana badai dan Pajak penjualan yang naik. Ditambahkan penyebaran wabah Korona Wuhan juga berpeluang membebani perekonomian Jepang kedepannya. Tetapi pejabat Bank of Japan menyatakan bahwa BoJ siap mempertahankan program pelonggaran yang sudah berjalan sebagai upaya untuk memulihkan ekonomi Jepang. Sedikit membatasi penguatan mata uang yen pagi ini.
Pasar menantikan data Retail Sales m/m dan Core Retail Sales m/m malam nanti untuk peluang penggerak dolar AS, dan berpeluang berimbas bagi produk lainnya.


Potensi Pergerakan Jumat


EMAS
Harga emas masih berpotensi naik menguji resisten $1586 - $1590 bila minat terhadap aset aman masih berlanjut. Support pada kisaran $1565 - $1570.



MINYAK
Kabar serangan rudal dari militer garis keras Iraq dekat perbatasan Iran nampak tidak membantu harga minyak, berpeluan lanjutkan pelemahan menguji support $50.50 - $51.00. Level resisten pada kisaran $51.90 - $52.25.



EURUSD
EURUSD berpotensi lanjutkan pelemahan di tengah outlook perekonoian zona euro yang dovish, menguji support 1.0750 - 1.0800. Resisten pada kisaran 1.0865 - 1.0900. Nantikan data German Prelim GDP q/q jam 14:00 WIB.



GBPUSD
Bila minat pada aset berisiko terus berkurang, GBPUSD berpotensi turun menguji support 1.2950 - 1.3010. Resisten pada kisaran 1.3070 - 1.3100.



USDJPY
USDJPY berpotensi turun bila minat terhadap aset aman berlanjut. Menguji support 109.35 - 109.55. resisten pada kisaran 110.00.



AUDUSD
AUDUSD berpotensi turun menguji support 0.6700 bila kekhawartiran wabah Korona berlanjut. Level resisten pada kisaran 0.6750 - 1.6800.


sumber: Monexnews


MENTERI KEUANGAN INGGRIS SAJID JAVID MENGUNDURKAN DIRI, GBPUSD NAIK KE LEVEL 1.3045



Sajid Javid telah mengundurkan diri sebagai kepala kementerian keuangan Inggris, hal ini mengejutkan pasar keuangan dan pakar politik di negara itu.
Dia telah menjabat sebagai menteri keuangan (dikenal sebagai Kanselir Menteri Keuangan di Inggris) sejak Juli, ketika Boris Johnson pertama kali diangkat sebagai perdana menteri.
Javid - putra seorang sopir bus Pakistan yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris, dijadwalkan akan menyiapkan anggaran Inggris pada bulan Maret. Pengunduran diri terjadi ketika Johnson membuat perubahan pada kabinetnya pada hari Kamis di mana jaksa agung AS, Geoffrey Cox, juga mengundurkan diri.
Laporan media mengatakan bahwa Javid ditawari kesempatan untuk tetap menjadi menteri keuangan dengan syarat bahwa ia memecat semua penasihatnya. Dia dilaporkan mengatakan tidak dan memilih untuk mengundurkan diri.
Ada ketegangan yang meningkat antara menteri keuangan dan lingkaran dalam perdana menteri, khususnya menjelang rilis anggaran dalam waktu empat minggu. Menurut Financial Times.

Pada saat penulisan GBPUSD berada pada level 1.3041.

sumber: Monexnews


Kamis, 13 Februari 2020

BOJ PERANGI MINAT BELI ASET SAFE HAVEN; FOKUS PADA DATA CPI AS.



Bank of Japan menyatakan akan membeli surat hutang negara Jepang sebesar 1.11 triliun yen pagi ini, sebagai uppaya memerangi penguatan yen Jepang setelah kabar penyebaran wabah Korona yang tinggi memicu minat terhadap aset aman pagi ini. USDJPY mencatat level terendah di level 109.80 pagi ini setelah pasar kembali mencari aset asafe haven.


Sebelumnya, Ketua bank sentral Australia, Phillip Lowe memberikan komentar yang bernada dovish, dan menekan AUDUSD. Serta data cadangan minyak mentah AS versi EIA semalam menunjukkan peningkatan cadangan yang lebih tinggi dari ekspektasi.



Pasar akan terfokus pada data laporan CPI dan core CPI AS jam 20:30 WIB malam nanti yang dapat menjadi penggerak harga.



Potensi Pergerakan Kamis



EMAS
Harga emas berpeluang naik menguji resisten $1577 - $1580, bila minat terhadap aset aman berlanjut. Tetapi bila data CPI AS lebih baik dari ekspektasi berpeluang menekan harga emas turun menguji support $1558 - $1562. .



MINYAK

Di tengah harapan pemangkasan produksi dari OPEC dan cadangan yang berlimpah di AS, harga minyak berpeluang turun menguji support $50.00 - $50.50. Level resisten pada kisaran $52.00 - $52.50.


EURUSD

Kembalinya minat safe haven pagi ini menekan peluang pelemahan EURUSD menguji support 1.0800 - 1.0850. Resisten pada kisaran 1.0900 - 1.0950.


GBPUSD

GBPUSD berpeluang turun menguji support 1.2880 - 1.2920 di tengah meningkatnya minat aset safe haven. Resisten pada kisaran 1.3000 - 1.3055.


USDJPY

USDJPY berpotensi turun atas kembalinya minat terhadap aset aman, menguji support 109.50 - 109.65. Rencana stimulus dari bank sentral Jepang berpeluang mengangkat USDJPY naik menguji resisten 110.20 - 110.50.


AUDUSD

AUDUSD berpotensi turun menguji support 0.6700 setelah pernyataan bernada dovish dari ketua RBA pagi ini. Level resisten pada kisaran 0.6750 - 1.6800.

sumber: Monexnews



Rabu, 12 Februari 2020

MARKET MOVERS: DOLAR AS TERTEKAN KEBIJAKAN BANK SENTRAL SELANDIAN BARU





Reserve bank of New Zealand mengambil kebijakan pertahankan suku bunga 1.0% di pagi ini, dan menekan dolar AS terhadap dolar selandia baru dan beberapa mata uang lainnya.


RBNZ juga menyatakan tingkat GDP akan bergerak naik pada semester ke-2 serta tidak adanya rencana pemangkasan suku bunga selama tahun 2020. NZDUSD naik 54 Pips setelah rilis data tersebut mata uang Euro, Pound, dan dolar Australia menguat terhadap dolar AS.



Ketua The fed Jerome Powell malam nanti akan kembali berpidato, kali ini dihadapan Senate Banking Committee, bila pernyataan Hawkish, berpeluang mendukung penguatan dolar AS.



Potensi Pergerakan


EMAS
Harga emas berpeluang turun di tengah sikap pasar melemas aset aman, menguji support $1560 - $1565. level resisten $1570 - $1575.



MINYAK
Acuhkan laporan API yang meningkat, pasar nantikan data cadangan minyak mentah AS versi EIA malam nanti, dengan ekspektasi turun. Harga minyak berpotensi naik menguji resisten $50.60 - $51.00. Level support pada kisaran $49.20 - $49.70.



EURUSD
kembalinya minat pasar terhadap aset berisiko, di tengah masih pesimisnya pernyataan ketua ECB semalam, berpeluang membantu EURUSD naik menguji resisten 1.0940 - 1.1000 selama bertahan di atas level 1.0895. Level support pada kisaran 1.0850 - 1.0880..



GBPUSD
GBPUSD berpeluang naik menguji resisten 1.3000 - 1.3055 bila minat pada aset berisiko berlanjut. Support pada kisaran 1.2900 - 1.2930.



USDJPY
Kembalinya minat pasar terhadap aset berisiko berpotensi angkat AUSDJPY naik menguji resisten 110.20 - 110.50. Support pada kisaran 109.25 - 109.55.



AUDUSD
AUDUSD berpotensi naik menguji resisten 0.6750 - 0.6780 setelah komentar hawkish dari bank sentral Selandia bau pagi ini. Support pada kisaran 0.6695 - 0.6710.

sumber: Monexnews


Selasa, 11 Februari 2020

PENGUATAN DOLLAR AS DAN STIMULUS TIONGKOK BERPOTENSI DUKUNG ASET BERISKO



Penguatan dolar AS semalam memberikan tekanan pelemahan bagi harga emas, disertai kabar bank sentral Tiongkok kembali menyuntikkan dana ke dalam pasar, menekan harga emas melemah dan menopang kenaikan AUDUSD.


People's Bank of China menyalurkan dana sebesar 100 miliar yuan untuk membeli surat hutang jangka pendek 7 hari pagi ini, dan telah mendorong harga emas turun ke kisaran $1570.30 serta mengangkat AUDUSD naik ke level 0.6707.Upaya PBOC untuk membantu memperlancar ekonomi negaranya yang terhambat oleh penyebaran wabah Korona, sangat dinantikan pasar untuk mencari angin segar dari kekhawatiran perlambatan ekonomi Tiongkok akan berimbas negatif bagi pertumbuhan ekonomi global.



3 ketua bank sentral dunia akan berpidato secara terpisah malam nanti,dan sangat dinantikan pasar karena berpotensi menjadi penggerak pasar hari ini.Jadwal pidato tersebut adalah:

- Jam 21:00 WIB, Ketua European Central Bank, Christine Lagarde.
- Jam 22:00 WIB, Ketua Federal Reserve , Jerome Powell.
- Jam 22:35 WIB, Ketua Bank of England , Mark Carney.


Potensi Pergerakan Selasa



EMAS
Harga emas berpeluang turun setelah stimulus PBOC pagi ini, menguji support $1560 - $1568. level resisten $1575 - $1580.



MINYAK
Stimulus PBOC berpeluang berpotensi membantu kenaikan harga minyak menguji resisten $50.50 - $51.00. Level support pada kisaran $49.00 - $49.50.



EURUSD
Stimulus PBOC berpotensi membantu minat paar pada aset berisiko, EURUSD berpeluang naik menguji resisten 1.0925 - 1.0950. Level support pada kisaran 1.0825 -1.0875.Menantikan pidato ketua ECB jam 21:00 WIB.



GBPUSD
Stimulus PBOC berpotensi membantu minat paar pada aset berisiko,GBPUSD berpotensi naik menguji resisten 1.2950 - 1.3000. Level support pada kisaran 1.2840 - 1.2870.



USDJPY
Stimulus PBOC pagi ini bepotensi menekan aset aman melemah.USDJPY berpeluang naik menguji resisten 110 - 110.25. Suport pada kisaran 109.50.



AUDUSD
AUDUSD telah menguat atas stimulus dari PBOC pagi ini, berpotensi melanjutkan kenaikan menguji resisten 0.6725 - 0.6750. Level support pada kisaran 0.6650 - 0.6670.

sumber:Monexnews