Selasa, 10 Maret 2020

RENCANA STIMULUS MONETER NEGARA EKONOMI MAJU BERPELUANG MEMICU PERMINTAAN ASET BERISIKO




Rencana stimulus moneter serta kebijakan terbaru dari beberapa negara ekonomi maju dunia seperti AS, Jepang, Inggris dan Australia dalam mengatasi krisis yang disebabkan oleh virus Korona berpeluang memicu permintaan terhadap aset berisiko dalam jangka pendek.

Di tengah minimnya data ekonomi penting hari ini, pergerakan pasar berpeluang masih dipicu oleh dampak virus Korona serta potensi volatilitas harga minyak mentah pasca tidak tercapainya kesepakatan pengurangan produksi oleh OPEC+ serta peluang perang harga di kalangan produsen.



Potensi Pergerakan Selasa

EMAS
Harga emas berpeluang terkoreksi jangka pendek di tengah rencana stimulus dari berbagai negara ekonomi maju dalam upaya mengimbangi dampak virus Korona terhadap perekonomian dengan menguji level support di $1660 - $1650. Namun, jika tingkat kecemasan terhadap virus Korona kembali meningkat, maka harga emas berpeluang untuk naik menguji level resisten di $1674 - $1690.

MINYAK
Harga minyak berpeluang naik dalam jangka pendek di tengah sentimen short covering pasca kejatuhan tajam di hari sebelumnya untuk menguji level resisten di $32.40 - $34.80. Namun, jika pasar kembali cemaskan penurunan permintaan dan outlook perang harga di kalangan produsen maka harga minyak berpotensi turun untuk menguji level support di $31.40 - $30.00.


EURUSD
EURUSD berpeluang turun dalam jangka pendek jika pasar cemaskan perkembangan kasus virus Korona di beberapa negara zona Euro yang semakin memburuk untuk menguji level support di 1.1380 - 1.1300. EURUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1.1460 - 1.1540 jika dolar AS kembali tertekan serta jika data produksi industri Perancis dan Italia serta data tenaga kerja dan GDP zona Euro yang dirilis mulai pukul 13:30 WIB hingga pukul 17:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi.

GBPUSD
GBPUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.3040 - 1.2950 jika pasar kembali cemaskan outlook no-deal Brexit serta kenaikan kasus virus Korona di Inggris. Namun, penurunan GBPUSD berpeluang terbatas dan dapat bergerak naik untuk menguji level resisten di 1.3130 - 1.3200 jika pasar mempertimbangkan laporan The Sun dimana pemerintah Inggris berencana untuk mengurangi pajak pekerjaan serta menaikan upah pekerja.

USDJPY
Rencana stimulus dari beberapa negara maju, khususnya di Jepang berpeluang memicu kenaikan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 103.50 - 104.00. Namun, jika dolar AS kembali melemah dan pasar kembali dapatkan kabar buruk mengenai perkembangan virus Korona berpotensi memicu penurunan USDJPY untuk menguji level support di 102.50 - 102.00.

AUDUSD
Perilisan data keyakinan bisnis Australia dan inflasi konsumen Tiongkok yang pesimis pagi ini berpeluang menjadi beban untuk kinerja AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.6550 - 0.6500. Namun, penurunan berpeluang terbatas dan dapat bergerak naik untuk menguji level resisten di 0.6630 - 0.6680 jika pasar menyambut baik rencana PM Australia Scott Morrison yang mempertimbangkan pemberian uang tunai sebagai bagian dari paket stimulus untuk mengatasi virus Korona .

sumber: Monexnews



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

harap beri tanggapan positif, sopan dan membangun.