Senin, 13 Januari 2020

PENGGERAK PASAR: PASANG SURUT KETEGANGAN AS-IRAN DAN PENANDATANGANAN KESEPAKATAN DAGANG AS-TIONGKOK MENJADI FOKUS PASAR





AS akan menyetujui perjanjian perdagangan Satu yang telah lama ditunggu-tunggu dengan Tiongkok minggu ini, yang diharapkan akan memungkinkan dua negara ekonomi terbesar dunia untuk beralih dari perang perdagangan yang telah mengguncang pasar keuangan dan berusaha untuk mendorong pertumbuhan global.



Penggerak pasar lainnya adalah rilis data PDB m / m dan Produksi Manufaktur m / m Inggris pada jam 16; 30WIB serta BOC Business Outlook Survey pada jam 22:30 WIB.

Potensi Pergerakan

EMAS
Harga emas dipindahkan bergerak dalam jangka pendek membahas tingkat dukungan di 1550 - 1545 karena meredanya pertimbangan antara AS-Iran. Namun jika bergerak naik harga emas berpeluang pindah resisten di 1560 - 1565.

MINYAK
Harga minyak berpeluang bergerak turun level dukungan di 58.00 - 57.70 karena meredanya tensi penerimaan AS-Iran, Namun optimisme pasar terhadap penandatanganan perjanjian perdagangan AS-Tiongko berpeluang menpoang harga minyak tahan resisten di 59.70 - 60.00.

EURUSD
EURUSD izinkan bergerak naik dalam jangka pendek level resisten di 1.1150 - 1.1180. Namun dolar AS yang bertahan di level tinggi berhasil ditangkap EURUSD mendukung support di kisara 1,1085 - 1,1060.
GBPUSDBOE yang berpandangan lebih dovish berpeluang naik GBPUSD meminta level support di kisaran 1.3010 - 1.2980. Namun ketika mampu bergerak, naik GBPUSD berpeluang naik level resisten di 1,3070 - 1,3090.

USDJPY
USDJPY berpeluang bergerak naik level resisten di 109,80 - 110,00 karena mempertanyakan minat pasar terhadap aset aman di tengah meredanya, memfasilitasi Timur Tengah dan optimisnya pasar sesuai kesepakatan AS-Tiongkok.

AUDUSD
AUDUSD bergerak naik levle resisten di 0,6940 - 0,6970 karena didukung oleh optimisnya pasar pada persetujuan perdagangan AS-Tiongkok. Dukungan AUDUSD berada pada kisaran 0.6870 - 0.6840.


sumber: monexnews

analisa

HARGA EMAS PERLU MENGUJI LEVEL RESISTEN 1568 UNTUK LANJUTKAN KENAIKAN




Meredanya sebagai balasan dari AS dan Iran setelah di akhir pekan kedua negara bersitegang terkait kemenangan salah satu petinggi militer Iran. Fokus pasar akan kembali tertuju oleh penandatanganan persetujuan antara AS dan Tiongkok.

Dalam jangka pendek, harga emas, bergerak, naik, level, resisten, 1560, selama harga tidak mampu menembus level support di 1552, naik lebih lanjut dari level tersebut.

Namun, ketika harga jatuh, emas bergerak di level support di 1552, pelemahan di dalam level tersebut berpeluang kenaikan kembali harga emas menaikkan level support berikutnya di 1548 dan 1545.

Resisten: 1560, 1564, 1568
Dukungan: 1552, 1548, 1545



PENYUSUTAN KILANG MINYAK AS BERPELUANG ANGKAT HARGA MINYAK




Harga minyak naik di level tertinggi $59.15 di awal sesi Senin (13/1) setelah laporan kilang minyak AS dari Baker Hughes menyusut dari pekan sebelumnya.

Masih belum meredanya ketegangan di Timur Tengah atas penerapan sanksi AS kepada Iran setelah serangan balasan rudal Iran, juga menjadi fokus pasar. AS juga masih menolak menarik pasukan dari Irak, dan protes massa Iran atas kabar penembakan pesawat penumpang Ukraina yang dilakukan oleh pihak militer Iran, berpeluang menjadi penyebab penguatan harga minyak.

Harga minyak berpotensi naik menguji resisten $59.40 - $59.80 bila ketegangan masih bertahan di Timur Tengah. Sebaliknya turun ke bawah level $58.60, berpotensi turun menguji support $58.00 - $58.20.

Level Support : $58.60 - $58.20 - $57.70
Level Resisten : $59.40 - $59.80 - $60.10




sumber: monexnews



Ini Poin-poin Damai Dagang dengan China Versi AS





Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan komitmen China dalam kesepakatan perdagangan Fase I dengan AS tidak berubah selama proses penerjemahan yang panjang. Ia menyebut isinya akan dirilis minggu ini setelah dokumen itu ditandatangani di Washington pekan ini.

Salah satu isi kesepakatan adalah adalah persetujuan China untuk membeli produk pertanian AS senilai US$ 40 miliar hingga US$ 50 miliar setiap tahun dan total US$ 200 miliar barang AS selama dua tahun.

Ia juga menepis kabar yang menyebut bahwa ada perubahan dalam isi perjanjian dagang Fase I kedua ekonomi terbesar di dunia itu.

"Itu tidak berubah dalam terjemahan. Saya tidak tahu dari mana rumor itu dimulai," kata Mnuchin pada acara "Sunday Morning Futures with Maria Bartiromo", sebagaimana dilaporkan Reuters, Senin (13/1/2020).

 "Kami telah menyelesaikan proses penerjemahan yang saya pikir kami sebelumnya sebut sebagai masalah teknis," kata Mnuchin. "Dan bahasanya akan dirilis minggu ini. Jadi saya pikir itu - pada hari penandatanganan, kami akan merilis versi bahasa Inggris."

"Dan orang-orang bisa melihat. Ini adalah perjanjian yang sangat, sangat luas," tambahnya.

Seorang pejabat Gedung Putih sebelumnya pada hari Jumat mengatakan bahwa teks terjemahan terakhir China belum selesai. Padahal, undangan untuk acara penandatanganan oleh Presiden AS Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri China Liu He pada 15 Januari di Gedung Putih, telah di sebar ke lebih dari 200 orang.

Kesepakatan dagang Fase I adalah langkah pertama menuju perjanjian perdagangan yang lebih komprehensif antara kedua negara. AS-China melahirkan kesepakatan itu pada Oktober lalu setelah melakukan perundingan di Washington. Kesepakatan itu diharapkan dapat menghentikan perang dagang mereka yang sudah berlangsung selama dua tahun terakhir.

Selain pembelian produk pertanian, berikut adalah beberapa hal lainnya yang perlu diketahui seputar kesepakatan dagang Fase I AS-China, sebagaimana dilaporkan Fox News, Minggu.



China Beli Produk AS Senilai US$ 200 Miliar
Pada bulan Desember, Beijing setuju untuk membeli barang-barang AS senilai US$ 200 miliar selama dua tahun ke depan. Trump juga telah menggembar-gemborkan prospek China membeli US$ 40 miliar hingga US$ 50 miliar produk pertanian Amerika.



Namun begitu, pada kenyataannya China belum mengkonfirmasi komitmen pembelian tersebut dan Negeri Tirai Bambu dalam sejarahnya tidak pernah membeli lebih dari US$ 26 miliar barang pertanian dari AS dalam satu tahun, menurut Reuters.

AS Kurangi Tarif Produk China
AS setuju untuk mengurangi tarif pada produk-produk China, meskipun diperkirakan akan mempertahankan tarif sekitar US$ 380 miliar dalam bentuk barang.

AS pertama kali menerapkan tarif atas barang-barang China pada 2018 lalu. Saat itu Trump menyebut China pantas mendapat tarif sebagai hukuman atas praktik dagangnya yang tidak adil, seperti pencurian kekayaan intelektual, transfer teknologi paksa, serangan cyber, pembuangan produk, mensubsidi perusahaan milik negara dan subsidi lainnya, menjual fentanyl ke AS dan melakukan manipulasi mata uang.

Teks Perjanjian Diposting Secara Online
Sumber perdagangan AS mengatakan kepada FOX Business bahwa teks perdagangan fase satu akan diposting online di situs web Perwakilan Dagang AS saat "momen" perjanjian ditandatangani pada hari Rabu.

Makan Malam Sebelum Tanda Tangan
Para pejabat perdagangan AS dan China diperkirakan akan berkumpul untuk makan malam pada malam sebelum upacara penandatanganan dan makan siang pada hari berikutnya setelah perjanjian ditandatangani.



Bukan Akhir Segalanya Bagi AS-China
Jauh dari Kata Selesai
Trump telah mengatakan sebelum kedua negara dapat menandatangani kesepakatan perdagangan yang lengkap atau kesepakatan dagang penuh, kedua negara masih harus berkutat pada kesepakatan dagang Fase II atau III.

"Di kemudian hari aku akan pergi ke Beijing di mana pembicaraan akan dimulai pada Fase Dua!" tulis Trump di Twitternya pada akhir 2019 lalu.

Trump juga telah menegaskan bahwa penandatangan kesepakatan dagang Fase II mungkin baru akan ditandatangani setelah pemilu AS dilangsungkan, yang berarti bisa hingga tahun depan.

"Saya pikir saya mungkin ingin menunggu untuk menyelesaikannya sampai setelah pemilihan, karena dengan melakukan itu, saya pikir kita dapat membuat kesepakatan sedikit lebih baik, mungkin kesepakatan yang jauh lebih baik," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, sebagaimana dilaporkan CNBC International, Kamis (9/1/2020).


Petani dan produsen optimistis
Perang dagang AS-China telah merugikan kedua negara. Di AS, petani dan produsen yang bergantung pada pembelian dan ekspor China bersikeras kesepakatan perlu untuk ditandatangani.

"Bagi petani, ini bisa menjadi sinar harapan pertama atau janji kosong lainnya," kata Brian Kuehl, direktur eksekutif organisasi perdagangan bebas Farmers for Free Trade, dalam sebuah pernyataan pada Desember lalu.

"Petani ingin akses berkelanjutan ke pasar China, bukan pembelian satu kali, jadi akan sangat penting untuk melihat bagaimana tarif pembalasan yang melumpuhkan ekspor pertanian diperlakukan dalam perjanjian ini."

Lebih lanjut ia mengatakan masih skeptis tentang kesepakatan Fase II. "Kita akan percaya ketika kita melihatnya," kata Kuehl.

Ia juga ragu pembelian senilai US$ 50 miliar yang dijanjikan China akan bisa mengganti kerugian petani AS dalam dua tahun terakhir, karena China membeli hanya sekitar US$ 26 miliar barang pertanian sebelum perang dagang dimulai pada 2017, katanya.




Ada Perundingan Berikutnya
Enam Bulan Lagi
Selain mengupayakan kesepakatan dagang Fase I, kedua negara juga dikabarkan akan mulai melanjutkan perundingan enam bulanan mengenai masalah ekonomi dan perdagangan yang pada 2017 telah dihentikan pemerintahan Trump.

Wall Street Journal melaporkan, diskusi semacam itu sebelumnya telah dilakukan selama era pemerintahan Presiden George W. Bush dan dilanjutkan hingga pemerintahan Presiden Barack Obama.

Perundingan yang digagas Menteri Keuangan AS era Bush, Henry Paulson itu awalnya dilakukan dua kali setahun. Namun pada era Obama perundingan dilakukan menjadi hanya setahun sekali.

"Waktu diadakannya kembali perundingan dijadwalkan akan diumumkan pada hari Rabu ketika pemerintahan Trump menandatangani perjanjian perdagangan Fase I dengan China di Washington." tulis WSJ, sebagaimana dikutip AP News, Minggu (12/1/2020).

Media itu menambahkan, pembicaraan mengenai hal itu akan terpisah dari negosiasi kesepakatan perdagangan Fase II, yang akan mencakup sejumlah masalah kontroversial yang melibatkan kebijakan China yang dianggap pemerintahan Trump menyalahi aturan. (hps/hps)







Sudah Ditutup Masih Ngeyel, Binomo Bisa Diseret ke Jalur Hukum





sumber: finance.detik.com

Jakarta - Situs penyedia jasa investasi trading, Binomo resmi dinyatakan illegal dan situsnya sudah diblokir. Namun, Binomo berkali-kali membuat alamat situs atau domain baru.


Situs yang viral dengan jargon "jutaan orang bahkan tak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan US$ 1.000 sehari tanpa meninggalkan rumah. Dan Anda adalah salah satu dari mereka" itu tak memiliki izin usaha sebagai pialang berjangka. Hal ini membuat Binomo melanggar Pasal 31 ayat (1) UU No 32 Tahun 1997.


Untuk menghentikan seluruh operasinya di Indonesia, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan akan menyeret pihak-pihak dibalik Binomo ke jalur hukum. Begitu juga dengan situs sejenis lainnya.


"Ke depan Bappebti akan menindak tegas dan menyeret pihak-pihak yang terbukti melanggar ketentuan ke ranah hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang berlaku di Indonesia," tegas Kepala Bappebti Tjahya Widayanti kepada detikcom, Kamis (9/1/2020).
Namun, saat ini Bappebti juga masih melakukan patroli untuk menjaring domain-domain baru Binomo dan situs sejenis lainnya.


"Antisipasi yang dilakukan Bappebti adalah dengan melakukan patroli cyber guna mencari domain-domain baru Binomo dan langsung memblokir melalui Kemenkominfo," imbuh dia.



Lalu, bagaimana dengan aplikasi ponsel Binomo yang masih tersedia di Google Play Store dan IOS App Store?



Bappebti Incar Aplikasi dan Situs Binomo Cs

Mengenai aplikasi Binomo yang masih beroperasi, Bappebti juga akan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memblokirnya.


"Aplikasi entitas yang tidak memiliki izin dari Bappebti, yang masih ada di Google Playstore maupun IOS Appstore sudah masuk dalam radar Bappebti dan akan diblokir melalui Kemenkominfo agar aplikasi tersebut tidak dapat diakses di wilayah Indonesia," terang Tjahya.
Selain itu, Bappebti juga telah menjaring situs ilegal lainnya sejenis Binomo. Di antaranya Olymp Trade, IQ Option, FBS, dan sebagainya juga ilegal.

"Selain Binomo, terdapat banyak entitas-entitas yang masuk radar Bappebti, diantaranya Olymp Trade, IQ Option, FBS, Insta Forex, Octa FX, dan masih banyak lagi entitas sejenisnya," kata Tjahya.


Sehingga, pengawasan terhadap situs-situs yang tak memiliki izin usaha sebagai Pialang Berjangka akan terus berlanjut tanpa henti.



"Bappebti akan terus menerus melakukan pemantauan dan pengawasan tanpa batasan waktu, selama masih ditemukan entitas tak berizin dari Bappebti yang melakukan kegiatan di bidang Perdagangan Berjangka di wilayah NKRI," tegas Tjahya.



Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Lamon Rutten mengatakan, FBS saat ini masih dapat diakses. Ia menegaskan, situs tersebut jelas mencari mangsa di Indonesia.



"Coba lihat out www.idn-fbs.trade. Masih aktif dan sangat jelas menargetkan masyarakat Indonesia. FBS adalah broker ilegal yang besar," tutur Lamon ketika dihubungi detikcom secara terpisah.



Binomo kabarnya sudah masuk radar FBI lho.



Sangat Berbahaya, Binomo Masuk Radar FBI

Lamon Rutten mengatakan, situs jasa trading dengan broker binary option seperti Binomo sangat berbahaya bagi masyarakat.


"Broker ilegal umumnya sangat tidak jujur. Dan platform binary option seperti Binomo adalah yang terburuk dari semua (jenis trading forex)," papar Lamon.




Bahkan, Federal Bureau of Investigation/Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menetapkan Binomo sebagai penipuan yang terorganisir.


"FBI (Federal Bureau of Investigation/Biro Investigasi Federal Amerika Serikat) menganggap Binomo sebagai penipuan terorganisir. Pada tahun 2018 FBI memperkirakan bahwa mereka mencuri lebih dari US$ 10 miliar dari penggunanya di seluruh dunia," jelas Lamon.



Lamon mengungkapkan, hanya ada satu broker binary option di dunia yang legal dan resmi, yakni NADEX yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Namun, tetap saja transaksi perdagangan di situs tersebut berisiko tinggi.



"Trading di NADEX sangat berisiko tapi legal. Ibaratnya seperti casino wheel dengan 21 angka hitam, 21 angka putih, dan 1 angka kosong. Anda bisa bermain di hitam, tapi Anda tahu bahwa Anda hanya memiliki 21/43 kesempatan untuk menang, dan 22/43 kesempatan untuk kalah," ujarnya.



Menurut Lamon, semua broker binary option yang beroperasi di Indonesia adalah ilegal.



"Sepengetahuan saya, semua platform binary option yang beroperasi di Indonesia tidak resmi. Mungkin mereka terdaftar di Belize, Cyprus dan sebagainya, tapi itu tidak membuktikan bahwa mereka resmi dan legal. Semua itu sangat berbahaya," tutup Lamon.