Jumat, 17 Januari 2020

Minyak Menguat, Optimisme Kesepakatan AS-Tiongkok




Meski ada sedikit keraguan dari kesepakatan dagang AS-China, tetapi pelaku pasar minyak tampaknya bersedia mengambil risiko. Harga minyak mentah melonjak paling tinggi dalam dua minggu pada hari Kamis untuk mengantisipasi pesanan besar dari China menyusul kesepakatan fase satu yang sangat ditunggu-tunggu dengan Amerika Serikat.
Minyak West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York, patokan minyak mentah AS, naik 71 sen, atau 1,2%, menjadi $ 58,52 per barel.Brent yang diperdagangkan di London, patokan minyak mentah global, naik 62 sen, atau 1%, pada $ 64,62.
Rebound Kamis adalah yang terbesar dalam dua minggu untuk kedua tolok ukur, meskipun WTI tetap di bawah level psikologis penting $ 60 per barel dan Brent di bawah level kunci $ 65. Minyak mentah AS telah melesat ke posisi tertinggi delapan bulan di $ 64,72 dan Brent tertinggi empat bulan di $ 71,22 setelah Iran menembakkan rudal di pangkalan udara AS di Irak pada 6 Januari, meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, pusat produksi terbesar untuk minyak.
Dunia yang lebih tenang sejak itu mendorong harga minyak ke posisi terendah enam minggu, dengan WTI menyentuh $ 63,56 dan Brent $ 58,36.
Rebound Kamis adalah reaksi terlambat terhadap perjanjian fase satu hari sebelumnya, yang melihat China setuju untuk membeli $ 50 miliar dalam minyak mentah AS, gas alam cair dan pembelian energi lainnya selama dua tahun ke depan di bawah kesepakatan $ 200 miliar yang lebih besar.
“Harapan konsensus adalah bahwa jika kesepakatan itu dihormati, impor minyak mentah China dari AS akan naik setidaknya 500.000 barel per hari dari nol pada Oktober lalu,” kata Olivier Jakob, pendiri Petromatrix, sebuah konsultan risiko minyak di Zug, Swiss.
“Namun, pada tahap ini, sulit untuk melihat bagaimana China akan melakukan ini dengan tarif impor saat ini; sesuatu harus berubah di sana, ”Jakob menambahkan.
Dia menjelaskan bahwa jika China ingin meningkatkan konsumsi energi AS untuk memenuhi kesepakatan, Amerika Serikat akan bertanggung jawab atas hampir semua pertumbuhan impor minyak China dalam 12 bulan ke depan “yang merugikan OPEC +


sumber: foreximf.com


PELUANG PELEMAHAN DOLAR KARENA KETIDAKPASTIAN POLITIK DI AS




Dolar AS berpeluang melemah dalam jangka pendek dibalik pesimisnya data ekonomi AS semalam serta ketegangan politik di Washington. Sementara itu untuk pergerakan poundsterling berpotensi melanjutkan penurunannya yang sudah berlangsung akhir-akhir ini karena dominannya sentimen kekhawatiran akan hard Brexit.

Data penting yang akan menjadi rujukan perdagangan hari ini adalah data Current Account zona Euro pukul 16:00 WIB, Current Account dan GDP Inggris pukul 16:30 WIB, Retail Sales Kanada pukul 20:30 WIB, GDP AS pukul 20:30 WIB, voting Brexit di parlemen Inggris pukul 21:30 WIB, Core PCE Price Index dan Personal Spending AS pukul 22:00 WIB, serta aktivitas rig oleh Baker Hughes pukul 01:00 WIB/Sabtu



Potensi Pergerakan

EMAS
Harga emas berpotensi bergerak naik dalam jangka pendek karena pelemahan dolar AS yang dipicu data ekonomi AS yang pesimis semalam serta ketidakpastian politik di AS pasca pemakzulan Presiden Trump untuk menguji level resisten di $1483-$1488. Harga emas berpeluang untuk turun, menguji support di $1475 - $1470 jika sejumlah data ekonomi AS yang dirilis malam ini hasilnya lebih baik dari estimasi.

MINYAK
Sentimen turunnya cadangan minyak mentah AS serta progres kesepakatan dagang AS-Tiongkok berpeluang menjadi katalis positif untuk kinerja harga minyak dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $61.40 - $61.90. Namun, harga minyak berpeluang berbalik turun, membidik support di $60.60-$60.10 jika data aktivitas rig AS yang laporkan Baker Hughes menunjukkan adanya peningkatan.

EURUSD
EURUSD berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek karena sentimen pelemahan dolar AS untuk menargetkan resisten di 1.1150 - 1.1190. EURUSD berpotensi bergerak turun jika data current account zona Euro dirilis lebih buruk dari estimasi untuk menguji level support di 1.1090 - 1.1050.

GBPUSD
Kekhawatiran akan isu hard Brexit berpeluang masih akan membebani pergerakan GBPUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.2980 - 1.2930. Namun, GBPUSD berpeluang untuk bergerak naik, menguji resisten di 1.3060 - 1.3110 jika sejumlah data ekonomi Inggris dirilis lebih baik dari estimasi. Waspadai hasil voting Brexit di parlemen Inggris.

USDJPY
Sentimen pelemahan dolar AS serta kebijakan moneter BOJ yang belum berubah berpeluang memicu penurunan USDJPY dalam jangka pendek untuk menguji level support di 109.00 - 108.60. Namun, jika dolar AS bergerak menguat karena data ekonomi AS yang dirilis optimis berpeluang memicu kenaikan USDJPY untuk menguji resisten di 109.80 - 110.30.

AUDUSD
Sentimen progres kesepakatan dagang AS-Tiongkok serta melemahnya dolar AS berpeluang menopang kenaikan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 0.6920 - 0.6960. Jika bergerak turun, level support terlihat di 0.6860 - 0.6820.