Senin, 20 Januari 2020

KEBIJAKAN BANK SENTRAL, PEMAKZULAN TRUMP, DAN PERKEMBANGAN LIBIA JADI FOKUS PEKAN INI




Di awal pembukaan pasar pekan ini, pasar digerakkan oleh prospek hasil pertemuan Rusia - Turki di Berlin, Jerman, terkait ketegangan yang terjadi di Libia. Pagi ini harga minyak mentah dibuka naik atas ketegangan kedua negara yang terjadi. Pertemuan kedua negara di Berlin disepakati untuk tidak meningkat menjadi konflik militer yang berkepanjangan. Bila ketegangan mereda, harga minyak dan emas berpeluang bergerak melemah.


Fokus pasar lainnya pada kebijakan moneter terbaru dari 3 bank sentral dunia. Bank of Japan dijadwalkan akan mengumumkan kebijakan moneter terbarunya pada hari Selasa 21 Januari 2020, dengan ekspektasi tingkat suku bunga tetap di level -0.10%. Diikuti Bank of Canada di hari Rabu, 22 Januari 2020, dengan ekspektasi tetap di level 1.75%. Tidak ketinggalan European Central Bank di hari Kamis 23 Januari 2020, diekspektasikan juga mempertahankan tingkat suku bunga pada level 0.00%.


Tidak ketinggalan, pasar menantikan pertemuan senat AS untuk sidang Pemakzulan presiden AS, Donald Trump dalam pekan ini. Walau mayoritas pasar memandang Trump tidak akan dimakzulkan, tetapi tidak menutup sikap hati-hati dari pelaku pasar. Dengan pemakzulan Trump sangat mungkin melemahkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang - mata uang pesaingnya.



Potensi Pergerakan

EMAS
Harga emas berpeluang naik menguji level resisten di $1562 - $1565 untuki jangka pendek bila sikap hati-hati pasar terkait ketegangan di Libia berlanjut. Sebaliknya redanya ketegangan di Libia berpeluang menekan harga emas turun menguji support $1550 - $1554.


MINYAK
Ketegangan di Libia elah mendorong harga minyak dibuka gap up pagi ini,bila turun menembus ke bawah level $60.00, berpeluang bearish untuk jangka pendek menguji support $58.25. Level resisten pada kisaran $59.75 - $60.00.



EURUSD
EURUSD nampak terkoreksi naik di awal pekan ini, setelah pengautan dolar di akhir pekan lalu. Bila masih bertahan di bawah level 1.1110, EURUSD berpeluang turun untuk jangka pendek menguji support 1.1050 - 1.1080. Level resisten pada kisaran 1.1125 - 1.1150.



GBPUSD
GBPUSD masih berpeluang turun untuk jangka pendek menguji support 1.295 - 1.2985 bila bertahan di bawah level 1.3020. Level resisten pada kisaran 1.3040 - 1.3060.



USDJPY
Bila minat pelaku pasar terhadap aset aman atas ketegangan Libia, USDJPY berpeluang turun untuk jangka pendek menguji support 109.70 - 109.95. Sebaliknya, berlanjutnya penguatan dolar dari akhir pekan lalu berpeluang mendorong USDJPY naik menguji resisten 110.50.



AUDUSD
AUDUSD mungkin naik untuk jangka pendek, menguji resisten 0.6900 bila optimisme kesepakatan dagang AS - Tiongkok berlanjut dan redanya ketegangan Libia. Level support pada kisaran 0.6850 - 0.6870.


sumber: monexnews

Harga Emas Bergerak Naik, Namun Masih Bukukan Penurunan Mingguan Terburuk Dalam 2-Bulan





Harga emas bergerak naik pada hari Jumat (17/1), mencapai level $1559.70 (hingga pukul 19:58 WIB), meskipun masih berada di jalur untuk membukukan penurunan mingguan terbesar dalam dua bulan karena solidnya data ekonomi Tiongkok dan kesepakatan dagang fase pertama AS-Tiongkok meningkatkan permintaan aset berisiko.

Bursa saham global naik ke rekor tertinggi setelah data menunjukkan ekonomi Tiongkok stabil dan negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut akhiri tahun 2019 dengan catatan yang sedikit lebih kuat karena gencatan senjata perdagangan yang menghidupkan kembali kepercayaan pebisnis.

Analis dari salah satu broker internasional mengatakan bahwa prospek pertumbuhan dan outlook inflasi masih rapuh yang mana itu mendukung harga emas, namun ini hanya pergerakan konsolidasi saat ini.

Dia juga menambahkan bahwa kami melihat sejumlah bank sentral yang memangkas suku bunga kemarin, ditambah pertumbuhan ekonomi zona Euro yang masih menjadi pertanyaan besar dikalangan investor.

Hasil jajak pendapat Reuters pada hari Rabu menunjukkan bahwa meskipun prospek untuk pertumbuhan dan inflasi masih suam-suam kuku di zona Euro, kemungkinan untuk terjadinya resesi agak memudar.

Bank sentral Afriks Selatan pada hari Kamis memangkas suku bunga acuannya, berikan stimulus kepada perekonomian yang sedang lesu karena menurunnya perkiraan inflasi secara signifikan.

Langkah ini juga diikuti oleh Turki dan Argentina.

Analis tersebut mengatakan bahwa orang-orang saat ini mencari penggerak harga baru karena kesepakatan dagang telah ditandatangani dan telah dilakukan. Kemana perginya untuk saat ini agak tidak pasti dan itu mungkin akan mendukung harga emas.


sumber: monexnews