Rabu, 05 Februari 2020

PBOC TIDAK CAIRKAN STIMULUS PAGI INI; FOKUS LAPORAN ADP AS





Setelah kabar bank sentral Tiongkok, People's Bank of China (PBOC), tidak akan mencairkan stimulus ke pasar pagi ini, seperti yang sudah dilakukan kemarin, memicu sikap hati hati pasar terhadap perlambatan ekonomi Tiongkok dan mendukung minat pada aset aman. Fokus pasar pada data tenaga kerja AS, ADP Non-Farm payroll, malam nanti.


PBOC telah melakukan stimulus kemarin yang bertujuan membantu menggerakkan roda ekonomi Tiongkok yang terhambat oleh penyebaran wabah Korona, dan telah membantu minat pasar pada aset-aset berisiko kemarin. Setelah kabar pagi ini bahwa PBOC tidak melakukan stimulus di hari ini, pasar nampak kembali mencari aset aman seperti emas dan yen Jepang. AUDUSD nampak mengalami tekanan sinifikan atas kekhawatiran berkurangnya permintaan belanja bahan mentah dari Tiongkok bila perekonomian negara ekonomi terbesar ke-dua tersebut mengalami perlambatan.



Fokus pasar pada data ADP non-Farm Payroll AS jam 20:15WIB, yang biasanya menjadi masukan bagi pasar untuk data utama tenaga kerja AS di hari Jumat besok. Data ADP malam nanti diekspektasikan turun dari bulan sebelumnya, berpeluang melemahkan dolar AS dan menjadi penggerak bagi mata uang lainnya.


Potensi Pergerakan Rabu


EMAS
Harga emas berpeluang naik menguji resisten $1560 - $1565 setelah kabar PBOC tidak akan melakukan stimulus hari ini. Level Support pada kisaran $1545 - $1549.



MINYAK
Nantikan data cadangan minyak mentah AS jam 22:30 WIB malam nanti, harga minyak berpeluang naik menguji resisten $50.50 bila cadangan minyak mentah menyusut. Level support pada kisaran $49.0 - $49.30.



EURUSD
Minat pada aset aman setelah kabar PBOC tidak akan melakukan program stimulus pagi ini, EURUSD berpotensi turun menguji support 1.1000 - 1.1020. Resisten pada kisaran 1.1065 - 1.1080.



GBPUSD
Minat pada aset aman setelah kabar PBOC tidak akan melakukan program stimulus pagi ini, GBPUSD berpotensi turun menguji support 1.2950 - 1.3000. Resisten pada kisaran 1.3065 - 1.3100.



USDJPY
Minat pada aset aman setelah kabar PBOC tidak akan melakukan program stimulus pagi ini, USDJPY berpotensi turun menguji support 109.00 - 109.20. Resisten pada kisaran 109.65 - 110.00.



AUDUSD
Komentar hawkish ketua Reserve Bank of Australia, Phillip Lowe, berpeluang membantu kenaikan AUDUSD menguji resisten 0.6760 - 0.6790. Sebaliknya kekhawatiran perlambatan ekonomi Tiongkok atas wabah Korona berpotensi menekan AUDUSD turun menguji support 0.6680 - 0.6710.

sumber: monexnews


Tips Dalam Menentukan Stop Loss


Stop loss sangat penting dalam me-manage resiko karena setelah kita menentukan level stop maka kita bisa menentukan ukuran lot atau position size pada trade yang akan kita lakukan. Sebagai bagian dari rencana bisnis, stop loss adalah biaya yang harus ditanggung untuk bisnis sebagai trader. Stop loss akan memaksa kita keluar dari pasar jika ternyata posisi trading kita salah terlepas dari emosi kita yang ingin tetap bertahan dan mengharap pergerakan harga akan kembali sesuai dengan yang kita inginkan. 

Keinginan untuk tetap bertahan tersebut sering kali menyebabkan kerugian yang cukup besar dan pada akhirnya membuat akun kita hancur. Trading tanpa menggunakan stop loss adalah kesalahan fatal yang harus kita hindari. Namun demikian, membicarakan stop loss sering dianggap kurang menarik dan bukan prioritas utama dalam trading meskipun sebenarnya adalah hal yang paling penting yang mesti diperhitungkan sebelum membuka posisi. Jika kita tidak tahu bagaimana menentukan level stop bisa jadi hasil akhir trading tidak sesuai dengan yang kita harapkan. 

Pada kenyataannya, hasil trading kita secara keseluruhan bergantung dari penempatan level stop loss yang proporsional dan logis, sehingga kita bisa menjalankan money management sebagai mana mestinya. Dengan money management yang memadai, kita akan bisa menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang. 

Menentukan Stop Loss Dengan Cara Acak (Random) 

Banyak trader yang menentukan stop loss dengan cara acak berdasarkan perkiraan besarnya pip yang dikehendaki, misalnya 25 pip atau 50 pip, atau dengan perhitungan position sizing diusahakan agar besarnya stop loss sekecil mungkin, sehingga volume trading bisa semakin besar. Cara tersebut tidak benar karena tidak memperhatikan keadaan pergerakan harga, sehingga mungkin saja level stop loss tersebut tidak proporsional atau tidak sepadan dengan kondisi riil di pasar. 



Pada contoh diatas, trader menentukan level stop loss dengan acak sebesar 50 pip untuk posisi buy tanpa memperhatikan keadaan riil pergerakan harga terutama level support terdekat yang bisa dianggap sebagai acuan sehingga level stop-nya tereksekusi sebelum harga kembali bergerak naik. 

Menentukan Stop Loss Berdasarkan Level Support Atau Resistance Terdekat 

Untuk membuktikan kebenaran posisi yang kita buka, stop loss ditempatkan di bawah level support terdekat untuk posisi buy atau di atas level resistance untuk posisi sell. Jika level tersebut ditembus, berarti posisi yang kita buka salah. Masih pada chart dalam contoh sebelumnya, berikut ini stop loss yang ditentukan dibawah level support yang secara logika akan ditembus jika memang posisi kita salah. 



Menentukan Stop Loss Jika Level Support Atau Resistance Tidak Tampak Jelas 

Jika level support atau resistance tidak tampak dengan jelas, maka kita bisa menentukan stop loss dengan memperhatikan formasi price action, misalnya mother bar atau pin bar, atau dengan bantuan indikator Average True Range (ATR). Berikut contoh stop loss yang ditempatkan di bawah level terendah pin bar dan di bawah level terendah mother bar untuk posisi buy yang kita buka. 


Menentukan Stop Loss Dengan Indikator ATR 

Range pergerakan harga bisa digunakan sebagai acuan untuk menentukan besarnya stop loss ketika level support atau resistance tidak tampak jelas. Dengan range pergerakan harga yang lebar atau volatilitas pasar sedang tinggi, trader tentu tidak akan menentukan stop loss yang ketat, sebaliknya saat volatilitas pasar sedang rendah, trader seharusnya tidak menentukan level stop loss yang terlalu lebar. 

Indikator ATR yang mengukur derajat volatilitas perubahan harga dari level high ke low atau dari low ke high berdasarkan perubahan besarnya range pada tiap-tiap bar bisa digunakan sebagai acuan untuk menentukan stop loss, biasanya 1 kali nilai ATR periode 14 hari, yaitu range rata-rata dalam 14 hari terakhir. Berikut contoh penentuan stop loss dengan bantuan indikator ATR (14) pada time frame daily, dimana level entry pada saat pin bar retrace 50%:



 Tentukan Stop Loss Sebelum Menentukan Target Profit 

Besarnya stop loss hendaknya ditentukan sebelum menentukan level target profit. Hal ini penting untuk menentukan position size sebelum entry. Selain itu, setelah ditentukan, besarnya stop loss seharusnya tetap dan tidak diperbesar, tetapi bisa digeser ke level breakeven jika pergerakan trend sedang kuat, bisa digeser secara manual atau dengan menggunakan fasilitas trailing stop.


sumber: seputar forex