Jumat, 07 Februari 2020

DATA INDEKS UPAH DAN TENAGA KERJA AS MENJADI FOKUS DI TENGAH KEKHAWATIAN TERHADAP VIRUS KORONA




Data ekonomi AS seperti indeks upah dan tenaga kerja yang dirilis pukul 20:30 WIB akan menjadi fokus utama para pelaku pasar di hari terakhir perdagangan pekan ini di tengah masih adanya kekhawatiran akan virus Korona yang dapat memicu perlambatan ekonomi.

Sementara itu pergerakan dolar Australia berpeluang tertekan dalam jangka pendek setelah pagi tadi Reserve Bank Australia berikan pernyataan yang pesimis dengan mereka merevisi lebih rendah perkiraan GDP Q4 tahun 2019 menjadi 2% dari sebelumnya 2.3% dan mengatakan kebijakan masih akan akomodatif untuk beberapa waktu kedepan.



Potensi Pergerakan

EMAS
Harga emas berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah masih adanya kekhawatiran nakan dampak dari virus Korona terhadap pertumbuhan ekonomi dan memicu ekspektasi para bank sentral akan mempertahankan suku bunga rendah untuk menguji level resisten di $1570 - $1578. Harga emas berpeluang turun, jika data indeks upah dan tenaga kerja AS yang optimis pukul 20:30 WIB memicu penguatan dolar yang signifikan untuk menguji level support di $1562 - $1555.


MINYAK
Pernyataan Menlu Rusia yang mendukung tambahan pengurangan produksi sementara untuk mengatasi turunnya permintaan karena virus Korona berpeluang mendorong kenaikan harga minyak dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di $51.80 - 52.50. Harga minyak berpotensi turun jika pasar kembali cemaskan virus Korona dapat melambatkan permintaan dan aktivitas rig AS yang dilaporkan Baker Hughes pukul 01:00 WIB/Sabtu menunjukkan kenaikan untuk menguji level support di $50.80 - $50.00.

EURUSD
Sentimen penguatan dolar AS serta data ekonomi di zona Euro yang pesimis akhir-akhir ini, khususnya dari Jerman akhir-akhir ini berpotensi memicu penurunan EURUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 1.0940 - 1.0880. EURUSD berpeluang untuk naik, menguji level resisten di 1.1020 - 1.1080 jika data produksi industri dan neraca perdagangan Jerman yang dirilis pukul 14:00 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi.

GBPUSD
GBPUSD berpeluang masih akan bergerak turun dalam jangka pendek karena masih adanya kekhawatiran terhadap potensi no-deal Brexit antara Inggris dengan Uni Eropa untuk menguji level support di 1.2900 - 1.2850. GBPUSD berpeluang naik, membidik resisten di 1.2960 - 1.3010 jika data halifax HPI Inggris yang dirilis pukul 15:30 WIB hasilnya lebih baik dari estimasi.

USDJPY
USDJPY berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek untuk menguji level resisten di 110.30 - 110.70 karena pesimisnya data belanja rumah tangga Jepang serta menguatnya dolar AS. USDJPY berpotensi berbalik turun, menguji support di 109.60 - 109.20 jika pasar kembali mencari aset safe haven karena kekhawatiran virus Korona.

AUDUSD
Pernyataan yang dovish dari RBA pagi ini berpeluang menjadi beban untuk pergerakan AUDUSD dalam jangka pendek untuk menguji level support di 0.6700 - 0.6660. Jika bergerak naik, level resisten terlihat di 0.6760 - 0.6800.

sumber: Monexnews



RUSIA DUKUNG USULAN JURI OPEC+ UNTUK PENGURANGAN PRODUKSI YANG LEBIH BESAR





Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada hari Kamis waktu setempat mengatakan bahwa negaranya mendukung rekomendasi dari juri teknikal OPEC+ untuk pengurangan produksi minyak sementara sebesar 600.000 barel per hari dalam menanggapi dampak virus Korona pada permintaan energi.

Lavrov mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah berbicara dengan Arab Saudi tentang virus Korona baru, yang telah menyebar ke seluruh Tiongkok dan sekitarnya. Dia mengatakan bahwa virus itu akan memiliki konsekuensi untuk pasar minyak.

Dalam konfrensi persnya di Mexico City, Lavrov mengatakan bahwa kami mendukung ide tersebut. Baru-baru ini Presiden melakukan pembicaraan dengan Arab Saudi tentang masalah ini, konsekuensi dari virus Korona, dan konsekuensi untuk ekonomi dunia, dan tentu saja akan memiliki konsekuensi untuk pasar minyak.

Lavrov juga mengatakan bahwa Rusia sedang dalam konsultasi untuk menentukan langkah mana yang optimis untuk semua pelaku pasar.

Rekomendasi untuk memangkas produksi sementara dibuat oleh Komite Teknis Bersama, sebuah lembaga yang tidak membuat keputusan yang memberikan saran kepada Organziation of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia, sebuah kelompok yang dikenal dengan sebutan OPEC+.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Rusia secara reguler mengisyaratkan oposisi tehadap OPEC sebelum akhirya menyetujui kebijakan selama pertemuan resmi.


sumber: monexnews