Selasa, 11 Februari 2020

PENGUATAN DOLLAR AS DAN STIMULUS TIONGKOK BERPOTENSI DUKUNG ASET BERISKO



Penguatan dolar AS semalam memberikan tekanan pelemahan bagi harga emas, disertai kabar bank sentral Tiongkok kembali menyuntikkan dana ke dalam pasar, menekan harga emas melemah dan menopang kenaikan AUDUSD.


People's Bank of China menyalurkan dana sebesar 100 miliar yuan untuk membeli surat hutang jangka pendek 7 hari pagi ini, dan telah mendorong harga emas turun ke kisaran $1570.30 serta mengangkat AUDUSD naik ke level 0.6707.Upaya PBOC untuk membantu memperlancar ekonomi negaranya yang terhambat oleh penyebaran wabah Korona, sangat dinantikan pasar untuk mencari angin segar dari kekhawatiran perlambatan ekonomi Tiongkok akan berimbas negatif bagi pertumbuhan ekonomi global.



3 ketua bank sentral dunia akan berpidato secara terpisah malam nanti,dan sangat dinantikan pasar karena berpotensi menjadi penggerak pasar hari ini.Jadwal pidato tersebut adalah:

- Jam 21:00 WIB, Ketua European Central Bank, Christine Lagarde.
- Jam 22:00 WIB, Ketua Federal Reserve , Jerome Powell.
- Jam 22:35 WIB, Ketua Bank of England , Mark Carney.


Potensi Pergerakan Selasa



EMAS
Harga emas berpeluang turun setelah stimulus PBOC pagi ini, menguji support $1560 - $1568. level resisten $1575 - $1580.



MINYAK
Stimulus PBOC berpeluang berpotensi membantu kenaikan harga minyak menguji resisten $50.50 - $51.00. Level support pada kisaran $49.00 - $49.50.



EURUSD
Stimulus PBOC berpotensi membantu minat paar pada aset berisiko, EURUSD berpeluang naik menguji resisten 1.0925 - 1.0950. Level support pada kisaran 1.0825 -1.0875.Menantikan pidato ketua ECB jam 21:00 WIB.



GBPUSD
Stimulus PBOC berpotensi membantu minat paar pada aset berisiko,GBPUSD berpotensi naik menguji resisten 1.2950 - 1.3000. Level support pada kisaran 1.2840 - 1.2870.



USDJPY
Stimulus PBOC pagi ini bepotensi menekan aset aman melemah.USDJPY berpeluang naik menguji resisten 110 - 110.25. Suport pada kisaran 109.50.



AUDUSD
AUDUSD telah menguat atas stimulus dari PBOC pagi ini, berpotensi melanjutkan kenaikan menguji resisten 0.6725 - 0.6750. Level support pada kisaran 0.6650 - 0.6670.

sumber:Monexnews





VIRUS KORONA DAN KETIDAKPASTIAN PENGURANGAN PRODUKSI OLEH OPEC+ TELAH MENEKAN TURUN HARGA MINYAK




Harga minyak bergerak turun di sesi perdagangan Amerika pada hari Senin (10/2) hingga menyentuh level $49.56 per barel (hingga pukul 21:54 WIB), di tengah meluasnya penyebaran virus Korona telah menurunkan permintaan dari negara importir minyak terbesar di dunia di tengah masih ragunya pasar terhadap perpanjangan dan waktu pengurangan produksi di masa depan dari para produsen raksasa.


Pekan lalu, pasar minyak membukukan penurunan mingguan kelima beruntun. Dikombinasikan dengan penurunan sejak lima pekan yang lalu, harga minyak telah turun sekitar 22% hingga saat ini.



Penyebaran virus Korona menunjukkan belum adanya sinyal perlambatan, dengan jumlah kematian naik di atas 900 jiwa hingga akhir pekan lalu, melampaui jumlah korban SARS yang berlangsung dua puluh tahun lalu, dan dengan lebih dari 40.000 orang menjadi korban. Beberapa manufaktur kembali membuka kantor mereka pada hari Senin, namun tempat kerja yang berisikan jumlah pekerja yang banyak masih ditutup dan para pekerja kantoran masih akan bekerja dari rumah.



Sementara itu keragian pasar akan adanya pengurangan produksi dari para produsen raksasa telah muncul sejak hari Jumat lalu ketika Rusia mengatakan bahwa mereka perlu lebih banyak waktu untuk memutuskan sebuah rekomendasi dari komite teknis yang telah menyarankan kepada Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan sekutunya untuk memangkas produksi lebih lanjut sebesar 600.000 barel per hari.



Kelompok yang dikenal dengan sebutan OPEC+, telah menjalankan pengurangan sebesar 1.2 juta barel per hari sejak Januari 2019.

sumber: Monexnews