Jumat, 14 Februari 2020

WABAH KORONA MASIH JADI PENGGERAK PASAR, NANTIKAN DATA RITEL AS



Kekhawatiran pasar terhadap penyebaran wabah Korona masih menjadi penggerak di awal sesi Jumat (14/2), dengan peluang penguatan aset-aset aman. Tetapi fokus pasar pada data penjualan ritel AS yang akan dirilis jam 20:30 WIB nanti.
Menteri Perekonomian Jepang Yasutoshi Nishimura, menyatakan perekonomian Jepang kuartal ke-4 mungkin tertekan oleh bencana badai dan Pajak penjualan yang naik. Ditambahkan penyebaran wabah Korona Wuhan juga berpeluang membebani perekonomian Jepang kedepannya. Tetapi pejabat Bank of Japan menyatakan bahwa BoJ siap mempertahankan program pelonggaran yang sudah berjalan sebagai upaya untuk memulihkan ekonomi Jepang. Sedikit membatasi penguatan mata uang yen pagi ini.
Pasar menantikan data Retail Sales m/m dan Core Retail Sales m/m malam nanti untuk peluang penggerak dolar AS, dan berpeluang berimbas bagi produk lainnya.


Potensi Pergerakan Jumat


EMAS
Harga emas masih berpotensi naik menguji resisten $1586 - $1590 bila minat terhadap aset aman masih berlanjut. Support pada kisaran $1565 - $1570.



MINYAK
Kabar serangan rudal dari militer garis keras Iraq dekat perbatasan Iran nampak tidak membantu harga minyak, berpeluan lanjutkan pelemahan menguji support $50.50 - $51.00. Level resisten pada kisaran $51.90 - $52.25.



EURUSD
EURUSD berpotensi lanjutkan pelemahan di tengah outlook perekonoian zona euro yang dovish, menguji support 1.0750 - 1.0800. Resisten pada kisaran 1.0865 - 1.0900. Nantikan data German Prelim GDP q/q jam 14:00 WIB.



GBPUSD
Bila minat pada aset berisiko terus berkurang, GBPUSD berpotensi turun menguji support 1.2950 - 1.3010. Resisten pada kisaran 1.3070 - 1.3100.



USDJPY
USDJPY berpotensi turun bila minat terhadap aset aman berlanjut. Menguji support 109.35 - 109.55. resisten pada kisaran 110.00.



AUDUSD
AUDUSD berpotensi turun menguji support 0.6700 bila kekhawartiran wabah Korona berlanjut. Level resisten pada kisaran 0.6750 - 1.6800.


sumber: Monexnews


MENTERI KEUANGAN INGGRIS SAJID JAVID MENGUNDURKAN DIRI, GBPUSD NAIK KE LEVEL 1.3045



Sajid Javid telah mengundurkan diri sebagai kepala kementerian keuangan Inggris, hal ini mengejutkan pasar keuangan dan pakar politik di negara itu.
Dia telah menjabat sebagai menteri keuangan (dikenal sebagai Kanselir Menteri Keuangan di Inggris) sejak Juli, ketika Boris Johnson pertama kali diangkat sebagai perdana menteri.
Javid - putra seorang sopir bus Pakistan yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris, dijadwalkan akan menyiapkan anggaran Inggris pada bulan Maret. Pengunduran diri terjadi ketika Johnson membuat perubahan pada kabinetnya pada hari Kamis di mana jaksa agung AS, Geoffrey Cox, juga mengundurkan diri.
Laporan media mengatakan bahwa Javid ditawari kesempatan untuk tetap menjadi menteri keuangan dengan syarat bahwa ia memecat semua penasihatnya. Dia dilaporkan mengatakan tidak dan memilih untuk mengundurkan diri.
Ada ketegangan yang meningkat antara menteri keuangan dan lingkaran dalam perdana menteri, khususnya menjelang rilis anggaran dalam waktu empat minggu. Menurut Financial Times.

Pada saat penulisan GBPUSD berada pada level 1.3041.

sumber: Monexnews