Senin, 15 Juni 2020

Peningkatan Pasien Korona Masih Bebani Dolar AS





Dolar AS masih berpeluang melemah di awal sesi Senin (15/6) di tengah laporan meningkatnya pasien baru wabah Korona di AS selama akhir pekan, memicu kekhawatiran akan menghambat kembali upaya pemulihan ekonomi AS.
Walau Federal Reserve dan pemerintah AS telah mengupayakan dana bantuan dan stimulus untuk menopang ekonomi, bila pelaksanaan pemulihan ekonomi tersebut terhambat oleh kembali meningkatnya jumlah pasien baru wabah Korona yang meningkat di AS. Sama hal nya dengan peningkatan jumlah pasien baru di negara-negara lain di dunia yang baru melepas pembatasan sosial maupun lockdown, memicu kekhawatiran pasar terhadap aset berisiko, dan berpotensi meningkatnya minat pada aset safe haven.
Fokus pasar pada malam nanti adalah Empire State Manufacturing Indeks AS dan pidato dari anggota FOMC Kaplan yang berpotensi menggerakkan dolar AS.

Potensi Pergerakan

 Emas

Harga emas berpeluang naik bila kekhawatiran pasar berlanjut dan melanjutkan minat beli pada aset aman. Harga emas berpotensi menguji resisten $1743 - $1755. Sebaliknya bila minat pasar terhadap aset berisiko kembali mendominasi, harga emas berpeluang melemah menguji support $1712 - 1$1720.


Minyak
Harga minyak masih dibayangi kekhawatiran peningkatan pasien baru wabah Korona akan kembali mengurangi permintaan untuk produk minyak, dan kekhawatiran peningkatan produksi dari OPEC+ di bulan Juli mendatang, berpeluang menekan harga turun menguji support $30.50 - $33.50. Level resisten pada kisaran $36.60 - $37.70.


EURUSD
EURUSD berpotensi naik menguji resisten 1.1275 - 1.1340 bila pelemahan dolar AS di tengah meningkatnya penderita wabah Korona dan demonstrasi rasial di AS berlanjut. Level support pada kisaran 1.1150 - 1.1200. Pasar menantikan data Trade Balance Zona Euro jam 16:00 WIB.


GBPUSD
GBPUSD berpeluang naik menguji resisten 1.2550 - 1.2650 bila pelemahan dolar AS di tengah meningkatnya penderita wabah Korona dan demonstrasi rasial di AS berlanjut. Sebaliknya bila aksi demontrasi rasial di Inggris pada akhir pekan lalu berlanjut, GBPUSD berpeluang melemah menguji support 1.2350 - 1.2425.


USDJPY
USDJPY berpeluang turun menguji support 106.50 - 107.50 bila minat terhadap aset aman di tengah  pelemahan dolar AS di tengah meningkatnya penderita wabah Korona dan demonstrasi rasial di AS berlanjut. Level resisten pada kisaran 107.85 - 108.25.


AUDUSD
AUDUSD berpeluang naik menguji resisten 0.6875 - 0.6915  bila pelemahan dolar AS di tengah meningkatnya penderita wabah Korona dan demonstrasi rasial di AS berlanjut, di tengah data ekonomi Tiongkok yang lebih buruk dari ekspektasi. Level support pada kisaran 0.6710 - 0.6800.

sumber:  Monex News




Harga Minyak Berpotensi Turun Karena Kekhawatiran Akan Lambatnya Permintaan





Harga minyak berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek di tengah lonjakan virus korona di Amerika Serikat yang meningkatkan kekhawatiran akan gelombang kedua yang dapat membebani laju permintaan bahan bakar. Namun, penurunan berpeluang terbatas dan dapat berbalik naik jika pasar mempertimbangkan kembali turunnya aktivitas rig AS yang dilaporkan Baker Hughes di akhir pekan lalu.

Secara teknikal, harga minyak masih akan cenderung bergerak bearish selama harga bergerak di  bawah level indikator moving average 50-100-200 (garis merah, birus dan kuning) di dalam grafik  1 jam.

Untuk sisi bawahnya, level support terdekat berada di 34.30, menembus ke bawah dari level tersebut berpotensi memicu penurunan lanjutan ke 33.50 sebelum menargetkan support kuat di 32.40. Sementara itu jika  bergerak naik, level resisten terdekat berada di 35.70, menembus ke atas dari level tersebut berpotensi memicu kenaikan lanjutan ke 36.50 sebelum menargetkan resisten kuat di 37.60.

Level support        : 34.30 - 33.50 - 32.40
Level resisten        : 35.70 - 36.50 - 37.60



sumber: MonexNews